Susah makan pada anak yang kebanyakan mengkonsumsi susu di atas 1th

Artikel tentang konsumsi #susu pada anak di atas usia 1 tahun.
Yuk disimak moms, ada kaitannya dg GTM (susah makan)pada anak2 juga

Meskipun punya manfaat, terlalu banyak mengonsumsi susu (kira-kira lebih dari 500 ml per hari), bisa punya dampak buruk ini:

- Kenyang susu, jadi justru malas makan. Banyak orangtua mengeluh pada saya: “Anak saya susah makan! Bagaimana mengatasinya? Kasih vitamin?” Pas digali, saya tanya: “anaknya minum susu?” Jawaban orangtua: “iya, banyak susunya.” Ya iya lah, anaknya udah kekenyangan susu. Jadi wajar saja tidak mau banyak makan. Jadi, supaya anaknya mau makan, gimana? Ya kurangi susunya! Buatlah ia lapar, supaya mau makan. “Nanti anaknya ngamuk kalau nggak dikasih susu?” Pasti butuh waktu dan perjuangan. Karena tidak sedikit yang justru “tersesat” dengan pandangan: kasih susu supaya anaknya mau makan. Susu tinggi kalori hanya untuk mereka atas indikasi khusus yang ditentukan dokter. Bukan sekedar yang #pickyeater.

- #anemia defisiensi besi, karena konsumsi #kalsium susu yang tinggi bisa menghambat penyerapan #zatbesi di usus halus, dan berdampak #anemiadefisiensibesi.

- #sembelit atau #konstipasi akibat kebanyakan susu, sudah pernah saya bahas. Begitu jumlah susunya dikurangi, sembelit langsung teratasi. Sambil menjaga asupan serat dari sayur dan buah secara cukup.

- #karies gigi. Ini jelas sekali, yaitu adanya “baby bottle caries”, dan karies rampan. Minum susu dan minuman manis lainnya menggunakan botol dot, sampai anak tertidur dengan dot di mulutnya, dan tidak gosok gigi lagi... Lengkaplah penderitaan 😓
Tentang kerugian penggunaan botol dot ini sudah dibahas di status tersendiri, termasuk ada videonya di YouTube.

- terakhir: boros uang belanja. Ini nggak perlu dibahas lagi ya 😅

Source: ig @dokterapin

Komentar